Abstrak
Teknologi Smartphone Fleksibel
Oleh Muhammad Ghifari (14116872)
Kelas 3KA33
Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
Tujuan Penulisan ini adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang teknologi smartphone yang fleksibel.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi saat ini, terbilang sangat pesat dan
mendunia. Dengan berbagai inovasi yang memberikan keunggulan dari teknologi
tersebut, membuat konsumen berlomba-lomba untuk memiliki keluaran smartphone
terbaru yang super canggih.
Antusiasme masyarakat inilah yang menjadi salah satu faktor
pendorong perusahaan teknologi besar semakin tergila-gila untuk mengeluarkan
produk smartphone dengan layar yang fleksibel. Salah satu alasan diciptakannya
inovasi tersebut, yakni dikarenakan ukuran smartphone yang bisa diubah menjadi
ringkas, sehingga memungkinkan untuk dibawa kemanapun.
Kebangkitan layar fleksibel ini, diprediksi akan terus
berlanjut dengan inovasi yang lebih maju, terlebih saat ini para produsen
hardware ternama, seperti Intel, telah mendeklarasikan dirinya untuk terus
memproduksi layar fleksibel melalui teknologi WiDi (Wireless Display).
Tidak hanya Intel, melainkan juga Corning, sebuah perusahaan
penyedia lapisan layar terkemuka di dunia, mereka telah membuat layar dengan
versi kaca Gorilla Glass super yang lentur, selain itu, kelebihan lainnya yaitu
dapat diadaptasikan di banyak permukaan non datar.
Lantas apa saja jenis smartphone yang sudah atau baru akan
meluncurkan produk yang berkonsep fleksibel ini? Mungkin itu adalah salah satu
pertanyaan yang muncul dibenak teman-teman. Nah untuk itu, saya menulis artikel
ini untuk berbagi informasi seputar smartphone yang berkonsep layar fleksibel
tersebut diatas.
Kemunculan smartphone layar lengkung ini diawali oleh sebuah
perusahaan milik LG dan TV keluarannya yang berkonsep “curved”. Setelah itu,
disusul oleh Samsung, yang mulai merintis proyek layar lengkung mereka lewat
kehadiran smartphone Galaxy Edge dan sejumlah deretan TV curved mereka.
Selain dua perusahaan itu, ada juga Lenovo yang pada ajang
IFA 2016 di Berlin saat itu, mereka memperkenalkan inovasi barunya, yakni
berupa smartphone dengan layar fleksibel yang bisa dibengkokkan dipergelangan
tangan.
Bahkan sebelum Lenovo meluncurkan produk barunya tersebut,
Oppo telah terlebih dahulu memperkenalkan prototype smartphone dengan inovasi
yang unik, yakni layarnya yang bisa dilipat.
BAB II
ISI
2.1 Pengertian
Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat
tinggi, terkadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik
yang menentukan definisi telepon pintar.
LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal
cair sebagai penampil utama pada smartphone.
Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya
organik adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari
lapisan organik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada
aplikasi tampilan layar atau sensor.
2.2 Pembahasan
Telah lahir teknologi baru yang membuat layar smartphone
menjadi lentur, sehingga bisa ditekuk atau bahkan dibengkokkan seperti sebuah
buku. Tidak hanya lebih fleksibel, ukuran layar ini diklaim lebih tipis dan
awet (tahan benturan). Perkembangan teknologi pada smartphone dalam satu dekade
terakhir ini memang sangat cepat. Meski demikian, ada satu komponen yang
berkembangnya cenderung stagnan. Komponen itu adalah layar, yang meski
ukurannya semakin lama semakin menipis tapi sebenarnya tidak terlalu banyak berubah
dari waktu ke waktu. Ini karena inovasi yang dilakukan para vendor lebih banyak
berada di dalam perangkat. Para vendor berebut menghadirkan perangkat dengan
kualitas kamera terbaik, prosesor tercepat, pilihan aplikasi terbanyak, serta
harga paling terjangkau. Tapi, kecuali ukuran layar smartphone yang saat ini trennya
semakin membesar dan resolusi di dalamnya semakin tinggi, teknologi pada layar
tetap sama dan tidak banyak berubah. Hal itulah yang membuat para vendor smartphone saat ini
ingin mengambil langkah berbeda. Mereka ingin mencoba menghadirkan teknologi
layar baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.
LG Electronics mengumumkan bahwa
mereka mulai melakukan produksi masal sebuah layar OLED (organic light-emitting
diode) berteknologi baru yang memiliki daya lentur tinggi. Panel layar milik LG
itu terbuat dari substrat plastik–bukan kaca—yang biasa disebut wafer. Wafer
merupakan material semikonduktor yang sangat tipis. Dan ternyata LG tidak sendirian. Sejak beberapa bulan lalu
sejumlah perusahaan sudah menunjukkan prototip atau cetak biru dari layar
dengan teknologi lentur atau fleksibel tersebut.
Samsung Electronics, misalnya, sudah mengenalkan model
smartphone dengan layar lengkung Galaxy Round. Layar 5,7 inci Galaxy Round menggunakan teknologi Super Flexible AMOLED dengan
resolusi full HD (1920 x 1080 piksel). Sekilas, ponsel itu mirip Nokia 8110
yang disebut “Nokia Pisang” karena layarnya yang melengkung. Layar lengkung Galaxy Round memang tidak fleksibel. Tidak
bisa ditekuk atau dilipat. Namun, Samsung sudah menambahkan beberapa software
untuk memaksimalkan bentuk layar yang melengkung itu. Misalnya menampilkan
informasi dengan cara memiringkan atau mengayun-ayunkan ponsel. Atau mengontrol
musik dengan menekan satu sisi ponsel saja saat berada di meja. Yang pasti, Galaxy Round bisa jadi awal terhadap tren layak
fleksibel di masa depan. Maret silam, misalnya, Apple dikabarkan telah
mengajukan hak paten terhadap sebuah perangkat elektronik dengan layar lentur.
Ini juga bisa jadi pertanda, walau sebenarnya tidak semua hak paten terhadap
sebuah produk akan berakhir di lini produksi.
Tapi, sebelum berpikir terlalu jauh kedepan, ada pertanyaan
yang mungkin harus dijawab dulu. Manfaat apa yang bisa di dapat pengguna dengan
layar fleksibel ini, dan mengapa kita harus peduli?Ternyata, keuntungan yang bisa di dapat konsumen bisa sangat
besar.Pertama, soal dimensi. Layar plastik ini memiliki ukuran tipis dan juga
lebih ringan dibanding semikonduktor berbahan kaca. Ini jelas penting karena di
industri perangkat bergerak beda tebal beberapa milimeter saja adalah sebuah
prestasi yang dibanggakan (termasuk oleh perusahaan seperti Apple).
Kedua, soal ketangguhan. LG dan Samsung mengklaim bahwa
layar fleksibel lebih tahan terhadap benturan atau goncangan. Seberapa tangguh,
memang masih jadi pertanyaan yang harus dijawab. Karena produknya sendiri masih
belum tersedia di pasar. Tapi, sebagai konsumen kita tentu menyambut baik jika
ada smartphone yang memiliki durabilitas tinggi.
Ketiga adalah terbukanya kemungkinan terhadap inovasi baru
baik dalam hardware maupun software. Contoh paling gampang adalah ketika layar
fleksibel itu nanti bisa bersinergi dengan tren wearable device yang sekarang
mulai marak seperti jam tangan pintar atau kacamata.
Ketika nanti para vendor sudah memiliki formula yang tepat,
maka hanya tinggal tunggu waktu trennya berekskalasi. Bisa jadi teknologi
seperti yang ada di film-film sains fiksi seperti Star Trek akan datang lebih
cepat dari yang dibayangkan.
2.3 Kelebihan
- Ponsel dengan layar lengkung merasa lebih nyaman saat digenggam serta dioperasikan oleh pengguna. Karena ponsel layar lengkung mempunyai kualitas tampilan yang lebih tinggi dan modis, jika dibandingkan dengan ponsel yang memiliki layar rata.
- Lengkungan kecil yang terdapat pada layar ponsel layar lengkung mampu menghasilkan efek optis yang bisa mengurangi pantulan dari cahaya luar. Sangat beda jauh dengan ponsel yang menggunakan layar rata, karena sebagian besar ponsel dengan layar rata lebih banyak memantulkan bayangan cahaya yang ada disekitar.
- Berkurangnya pantulan yang dihasilkan oleh layar lengkung akan menghasilkan tampilan yang jauh lebih berkualitas dari pada ponsel dengan layar rata. Dan juga saturasi warna yang lebih baik.
- Ponsel yang menggunakan layar lengkung lebih menghemat baterai, mengapa demikian? Karena pantulan yang ada pada ponsel layar lengkung sangat berkurang jadi tingkat kecerahan pada layar juga bisa untuk dikurangi.
2.4 Kekurangan
- Lengkungan layar yang dimiliki oleh ponsel layar lengkung hanya sekitar 0.1 inch sehingga sangat mirip dengan lengkungan kaca pembesar.
- Sebagian orang yang suka dengan kontras warna yang cerah, tidak akan menyukai ponsel yang menggunakan jenis layar flexibel atau lengkung. Karena ponsel yang menggunakan layar lengkung memiliki penurunan dalam hal kecerahan.
- Ponsel yang menggunakan layar lengkung akan memiliki harga yang jauh lebih tinggi jika dibanding dengan ponsel yang menggunakan display layar rata.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Telah lahir teknologi baru yang membuat layar smartphone menjadi lentur, sehingga bisa ditekuk atau bahkan dibengkokkan seperti sebuah buku. Tidak hanya lebih fleksibel, ukuran layar ini diklaim lebih tipis dan awet (tahan benturan). Perkembangan teknologi pada smartphone dalam satu dekade terakhir ini memang sangat cepat. Meski demikian, ada satu komponen yang berkembangnya cenderung stagnan. Komponen itu adalah layar, yang meski ukurannya semakin lama semakin menipis tapi sebenarnya tidak terlalu banyak berubah dari waktu ke waktu. Ini karena inovasi yang dilakukan para vendor lebih banyak berada di dalam perangkat.
Referensi
https://oketekno.com/2554/kelebihan-dan-kekurangan-ponsel-layar-lengkung.html
http://www.bawahlaci.com/2016/06/11/lenovo-cplus-smartphone-prototipe-dengan-layar-fleksibel/
https://cakdan.com/2013/10/15/fleksibilitas-layar-fleksibel/
https://dailysocial.id/post/tren-dan-prediksi-inovasi-teknologi-smartphone-2018/
http://www.plimbi.com/news/135911/layar-fleksibel

Tidak ada komentar:
Posting Komentar